terik matahari tidak mematahkan semangat kami untuk melakukan pendakian gunung seulawah agam yang berada di kabupaten aceh besar provinsi aceh. tujuan kami melakukan pendakian ini adalah untuk menelusuri garis sejarah perjuangan rakyat aceh memperjuangkan hak kemerdekan negeri indonesia..
perjalanan kami berawal dari kabupaten bireuen yang berjarak sekitar 200 km dari lokasi gunung seulawah berada. jarak yang kami tempuh untuk sampai ke kaki gunung seulawah agam sekitar 4 jam perjalanan menggunakan mobil doble kabin. sesampainya di saree (kota kecil di kaki gunung seulawah) kami melapor ke polres dan kepala desa setempat. setelah melapor kami melanjutkan perjalanan jalan kaki sekitar satu jam untuk smpai di kaki gunung seulawah.
kicauan burung di tengah rimba menandakan betapa alaminya tempat ini.
perjalanan di lanjutkan dari pos 1 pintu rimba.
di pos ini sebaiknya mengambil air sebanyak mungkin untuk kebutuhan di atas, karna di pos ini sumber air terakhir.
selanjutnya perjalanan di tempuh sekitar 2 jam sampai pos pintu angin.
si tempat ini kita dapat menikmati sejuknya angin dari celah punggungan.
dari pintu angin perjalanan di lanjutkan menuju pos beringin tujuh. di pos ini sebaiknya jangan beristirahat apalagi sampai bermalam. usahakan melewati pos ini sebelum mangrib darang di karenakan tempat ini tempat paling angker di gunung seulawah agam. banyak gangguan jika menginap di pos ini.
setelah itu melewati pos batu gaja. pos ini sudah dekat dengan puncak. perjalanan ke puncak sekitar 2-3 jam lagi.
sesampainya di puncak kita disambut oleh pilar buatan belanda yang di renovasi oleh pecinta alam se aceh pada tahun 1995.
di depan pilar terdapat sebuah batu yang terukir nama pendaki yang meninggal terkena tsunami tahun 2004. nama nama yang terukir di batu itu adalah nama pendaki yang merenovasi pilar belanda tersebut.
selfie di perjalanan menuju saree
istirahat di pos pintu angin
pos batu gajah
bermalam di tempat yang tidak tau namanya
pagi hari yang berkabut
packing sebelum menuju puncak
puncak seulawah agam
indonesia harga mati














